You are currently viewing PRODI TEKNOLOGI PANGAN ITERA BAHAS POTENSI DAN TANTANGAN INDUSTRI MAKANAN SERTA MINUMAN KESEHATAN DI INDONESIA PADA KEGIATAN STUDIUM GENERALE

PRODI TEKNOLOGI PANGAN ITERA BAHAS POTENSI DAN TANTANGAN INDUSTRI MAKANAN SERTA MINUMAN KESEHATAN DI INDONESIA PADA KEGIATAN STUDIUM GENERALE

Program Studi Teknologi Pangan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) mengadakan kegiatan Studium Generale tentang potensi tantangan industri makanan dan minuman kesehatan di Indonesia. Selain Studium Generale, diadakan juga sosialisasi MSIB (Magang dan Studi Independen Bersertifikat). Kegiatan ini merupakan kolaborasi Teknologi pangan itera dengan PT. Nutrifood. Acara Studium Generale ini dibuka oleh MC yaitu Muhammad Teguh Anggawijaya dan dibuka dengan sambutan Dr. Jabosar Ronggu Hamonangan Panjaitan, S.T.,M.T., Wakil Dekan Fakultas Teknologi Industri, dalam sambutannya disampaikan bahwa ITERA adalah kampus baru dan memang memerlukan kolaborasi yang termasuk indikator untuk mengukur Program Studi Teknologi Pangan.

Sesi pertama Studium Generale di pandu oleh moderator yaitu Siti Maria Fentriyana Salma dengan melibatkan narasumber Ibu Masayu Nur Ulfa, S.Gz., M.Si dosen Teknologi Pangan ITERA tentang peran teknologi pangan pada produksi makanan dan minuman sehat. Materi beliau berfokus pada teknologi untuk memproduksi makanan dan minuman sehat. Menurut beliau, sering kita lihat masyarakat umur 25 tahun sudah menderita diabetes dan penyakit-penyakit yang menyebabkan kematian dini.

Dalam penjelasannya, beberapa penyakit degeneratif sifatnya silent killer, khususnya penyakit jantung. Untuk mencegah penyakit-penyakit tersebut salah satunya adalah dengan mengonsumsi pangan yang sehat. Konsumsi yang sehat  adalah konsumsi dengan porsi yang tidak berlebihan dan tidak kurang. Selain itu, makanan sehat adalah dari kandungan nutrisinya. Teknologi Pangan adalah dapat memanfaatkan teknologi untuk memproduksi makanan sehat. Contohnya dengan teknologi fermentasi. Fermentasi ini akan menghasilkan probiotik. Syarat pangan dinyatakan probiotik yaitu berkaitan dengan zat mikroba di usus kita untuk menstimulasi bakteri baik yang ada di usus kita. Selanjutnya ada nanoteknologi, aplikasi dalam industri pangan banyak untuk pangan yang sehat.

Sesi kedua melibatkan narasumber Vio Dian Septiana, M.M selaku area marketing Nutrifood tidak hanya menjelaskan terkait tantangan industri produksi makanan dan minuman sehat, juga menjelaskan terkait MSIB. Nutrifood adalah perusahaan inovatif yang memproduksi dan memasarkan makanan & minuman sehat berkualitas internasional, dengan 2.000 karyawan yang tersebar di 3 pabrik, 1 kantor pusat dan lebih dari 20 kantor cabang.

Nutrifood mendistribusikan produknya ke lebih dari 30 negara di seluruh dunia. Terkait MSIB, Nutrifood memiliki 16 posisi saat magang diantaranya area marketing, bisnis analis, R&D, Production People Development, QC, Health & Nutrision, Human Resource, Sustainability, Digital & E-commerce, Public Realation and Event dan lainnya. Aktivitas yang akan dijalani selama proses magang yaitu Pengembangan Soft Skills yang akan diisi oleh Top Management & Expert sesuai bidangnya, Pengembangan Hard Skills yang akan dibina oleh managerial di setiap departemen, dan Pengembangan Experiences yang akan dilakukan saat praktek di lapangan dengan bimbingan mentor.

Bu Vio mengatakan perlu diingat pelaksanaan program dari Agustus sampai Desember 2024, dan pendaftaran akan ditutup pada tanggal 10 Juni. Bu Vio juga menyampaikan terkait Lokalate. Lokalate memiliki tujuan untuk menemani anak muda Indonesia untuk lebih aware di hari ini hingga nanti di masa depan. Menutut Bu Vio setiap orang dapat menjadi leader namun yang berbeda yaitu inclusive leadership.

Pada sesi terakhir yaitu sesi tanya jawab kepada narasumber yang dipandu oleh moderator. Dalam sesi tanya jawab ini dibuka untuk tiga penanya untuk mengefisienkan waktu. Namun peserta sangat antusias sehingga penanya bertambah menjadi lima penanya. Sebagai apresiasi, nutrifood memberikan hadiah 2 goodie bag dan 3 kopi Lokalate gratis. Acara pun ditutup dengan dokumentasi bersama.

Leave a Reply