Lampung Selatan, 20 Oktober 2026 – Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Industri (FTI), Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Workshop Evaluasi Kurikulum Tahun 2026 pada Selasa (20/10/2026), mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mengevaluasi dan menyelaraskan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), sekaligus memperkuat relevansi kompetensi lulusan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, standar profesi, dan kebutuhan industri pangan.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI), Asosiasi Profesi Keamanan Pangan Indonesia (APKEPI), pengguna lulusan, serta alumni Program Studi Teknologi Pangan ITERA. Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat menghasilkan masukan komprehensif sebagai dasar pengembangan kurikulum yang adaptif, relevan, dan berorientasi pada peningkatan daya saing lulusan.
PATPI Dorong Penguatan Kurikulum Berbasis OBE dan Capaian Pembelajaran Inti
Dalam sesi evaluasi bersama PATPI, salah satu pembahasan utama berfokus pada pentingnya penyelarasan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dengan Capaian Pembelajaran Inti (CPI). Dokumen kurikulum Teknologi Pangan ITERA dinilai perlu memuat CPI secara lebih eksplisit dan terstruktur sebagai turunan dari CPL, mengingat CPI akan menjadi salah satu acuan dalam pelaksanaan Uji Kompetensi (UKOM) Sarjana Teknologi Pangan.
PATPI turut memberikan pemaparan mengenai pengembangan UKOM yang mengacu pada 59 poin CPI, dengan bentuk soal pilihan ganda berbasis studi kasus (case-based multiple choice questions). Pendekatan ini tidak hanya mengukur penguasaan pengetahuan teoretis, tetapi juga kemampuan mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan untuk menganalisis dan menyelesaikan permasalahan nyata di industri pangan.
Melalui pembahasan tersebut, UKOM diharapkan dapat menjadi instrumen evaluasi ketercapaian kompetensi lulusan sekaligus memberikan umpan balik bagi program studi dalam melaksanakan perbaikan kurikulum secara berkelanjutan.
Selain aspek akademik, evaluasi juga menyoroti pentingnya dukungan sarana dan prasarana pembelajaran, khususnya pengembangan fasilitas laboratorium pada bidang Biokimia Pangan, Gizi, dan Kesehatan, serta kejelasan akses terhadap fasilitas pilot plant sebagai penunjang pembelajaran berbasis praktik.
APKEPI Tekankan Penguatan Kompetensi dan Kesiapan Kerja Lulusan
Dalam kesempatan yang sama, APKEPI memberikan enam rekomendasi strategis untuk mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa Teknologi Pangan ITERA.
Rekomendasi tersebut meliputi pemetaan capaian pembelajaran terhadap regulasi dan SKKNI 453/2025, penetapan skema prioritas uji kompetensi, pengembangan portofolio bukti kompetensi mahasiswa sejak kegiatan praktikum, serta penguatan program magang pada tiga sektor pangan, yakni industri pangan olahan, distributor dan ritel, serta dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
APKEPI juga mendorong pembentukan Tempat Uji Kompetensi (TUK) Mandiri melalui kerja sama dengan APKEPI dan Lembaga Sertifikasi Profesi, serta penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi.
Masukan tersebut menjadi bahan pertimbangan penting dalam pengembangan kurikulum yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan keilmuan, tetapi juga mendukung kesiapan mahasiswa dalam memperoleh pengakuan kompetensi profesional sebelum memasuki dunia kerja.
Pengguna Lulusan dan Alumni Berikan Masukan untuk Pengembangan Kurikulum
FGD turut menghadirkan perspektif pengguna lulusan dan alumni sebagai bagian dari upaya memastikan kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.
Perwakilan pengguna lulusan, Kania Ramadhanika Fajri, memberikan masukan mengenai pentingnya penguatan materi terkait bahan tambahan pangan, proses pendaftaran produk melalui BPOM, serta pemahaman mengenai sertifikasi halal. Kompetensi tersebut dinilai semakin relevan untuk meningkatkan kesiapan lulusan dalam menghadapi tuntutan regulasi dan kebutuhan industri pangan.
Sementara itu, alumni Teknologi Pangan ITERA turut menyampaikan sejumlah rekomendasi berdasarkan pengalaman dan kebutuhan di dunia profesional.
M. Fadhli menyoroti pentingnya pendalaman aspek distribusi dan pengemasan pangan. Meskipun materi distribusi telah diperkenalkan melalui mata kuliah Supply Chain, penguatan pembelajaran terkait pengemasan dinilai masih diperlukan untuk memastikan keamanan dan mutu bahan pangan selama proses distribusi.
Alumni lainnya, M. Dandi S., mendorong pengayaan pembelajaran inovasi pangan agar tidak hanya menghasilkan produk inovatif, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi bisnis pangan yang berkelanjutan. Selain itu, disampaikan pula pentingnya penguatan penelitian dan praktikum terkait teknologi pengemasan, pembekalan bagi mahasiswa yang berencana melanjutkan pendidikan magister, serta pemahaman mengenai kebijakan pemerintah dalam pemanfaatan pangan lokal.
Berbagai masukan tersebut memperlihatkan pentingnya pengembangan kurikulum yang mengintegrasikan kompetensi teknis, pemahaman regulasi, kemampuan inovasi, dan jiwa kewirausahaan.

Komitmen terhadap Peningkatan Mutu Pendidikan secara Berkelanjutan
Melalui pelaksanaan FGD dan Workshop Evaluasi Kurikulum 2026, Program Studi Teknologi Pangan ITERA memperoleh berbagai rekomendasi strategis yang akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyempurnaan dokumen kurikulum.
Tindak lanjut evaluasi diarahkan pada pemetaan CPL dan CPI, penguatan implementasi kurikulum berbasis OBE, peningkatan pembelajaran berbasis studi kasus industri, pengembangan sarana dan prasarana, serta perluasan kolaborasi dengan asosiasi profesi dan pemangku kepentingan lainnya.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Program Studi Teknologi Pangan ITERA untuk terus melaksanakan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Melalui sinergi antara akademisi, asosiasi profesi, pengguna lulusan, dan alumni, Teknologi Pangan ITERA diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, inovatif, adaptif, serta memiliki daya saing dalam menjawab tantangan industri pangan di tingkat nasional maupun internasional.
