Lampung Selatan, 17 September 2026 — Program Studi Teknologi Pangan, Institut Teknologi Sumatera (ITERA), menyelenggarakan Studium Generale bertajuk “Transformasi Industri Pengalengan Hasil Perikanan Menuju Pasar Global” pada Kamis, 17 September 2026 di Aula GKU 1 ITERA. Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 500 mahasiswa ITERA dari berbagai program studi.
Studium Generale menghadirkan Ruslan Abdul Gani, General Manager PT Siger Jaya Abadi, dan Afrida Nurwulan, S.Pi., M.Si., Dosen Teknologi Pangan ITERA sebagai pemateri. Kegiatan dipandu oleh Aissynka Finadya sebagai moderator.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan mengenai perkembangan industri pengolahan hasil perikanan, khususnya pada pengalengan dan pengolahan daging rajungan, sekaligus memahami bagaimana produk hasil perikanan dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan dan standar pasar global.
Mengenal Industri Pengolahan Rajungan Berorientasi Pasar Global
Dalam pemaparannya, Ruslan Abdul Gani menjelaskan mengenai praktik pengolahan rajungan di PT Siger Jaya Abadi, perusahaan pengolahan daging rajungan yang berlokasi di Tanjung Bintang, Lampung Selatan. Rajungan diperoleh dari mitra nelayan pilihan dan segera diproses untuk mempertahankan kualitas, rasa, tekstur, serta kesegarannya.
Proses produksi yang diterapkan meliputi pengupasan, pemilahan, mixing & filling, pasteurisasi/sterilisasi, hingga pengemasan. Pasteurisasi dan sterilisasi menjadi bagian penting dalam proses untuk menjaga keamanan serta memperpanjang daya simpan produk.
Produk PT Siger Jaya Abadi juga telah menjangkau pasar internasional. Berdasarkan pemaparan, distribusi produk mencakup sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Prancis, Belanda, Lebanon, China, Malaysia, Singapura, Korea, dan Thailand, dengan kapasitas produksi sekitar 3–4 kontainer per bulan. Selain pasar ekspor, produk juga didistribusikan ke sejumlah mitra pasar lokal.
Untuk mendukung konsistensi mutu dan keamanan produk, perusahaan menerapkan HACCP dan BRC Global, serta melakukan pengujian laboratorium sebagai bagian dari pengendalian kualitas dan keamanan pangan.
Dari Limbah Cangkang Rajungan Menjadi Produk Bernilai Tambah
Sementara itu, Afrida Nurwulan, S.Pi., M.Si. membahas aspek lain dalam industri hasil perikanan, yaitu potensi pemanfaatan limbah cangkang rajungan.
Cangkang rajungan yang selama ini dapat menjadi hasil samping industri ternyata masih mengandung berbagai komponen bernilai, antara lain protein, mineral, dan kitin. Kitin yang terdapat pada cangkang dapat diolah lebih lanjut menjadi kitosan melalui tahapan deproteinasi, demineralisasi, dan deasetilasi.
Kitosan selanjutnya memiliki berbagai potensi pemanfaatan, di antaranya sebagai antimikroba, edible coating, film, maupun adsorben. Pemanfaatan tersebut menunjukkan bahwa limbah dari industri perikanan tidak hanya dapat dikelola untuk mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi produk fungsional dan bernilai tambah.
Mendorong Mahasiswa Melihat Potensi Industri Pangan Secara Lebih Luas
Melalui Studium Generale ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai proses pengolahan hasil perikanan dari sisi industri, tetapi juga diperkenalkan pada pentingnya jaminan mutu, keamanan pangan, orientasi pasar global, serta inovasi dalam pemanfaatan hasil samping industri.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan keterkaitan antara ilmu yang dipelajari di perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata di dunia industri, khususnya dalam pengembangan industri pengolahan hasil perikanan yang memiliki daya saing di pasar global.
Melalui kegiatan Studium Generale, Program Studi Teknologi Pangan ITERA terus mendorong mahasiswa untuk memahami perkembangan industri pangan sekaligus melihat peluang inovasi dalam menciptakan produk pangan dan bahan fungsional yang bernilai tambah, berdaya saing, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.


