Siapkan Kader Antihoax, Prodi Teknologi Pangan Gelar Diskusi Ilmiah

Siapkan Kader Antihoax, Prodi Teknologi Pangan Gelar Diskusi Ilmiah

LAMPUNG SELATAN – Program Studi Teknologi Pangan Institut Teknologi Sumatera mengadakan Diskusi Ilmiah yang bertajuk Food: Fact or Myth? melalui platform Google Meet. Diskusi ini bertujuan untuk membedah isu terkait pangan yang sempat meramaikan pemberitaan di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Mahasiswa dilatih untuk berpikir kritis terhadap berbagai isu yang beredar.

Sekretaris Prodi, Amalia Wahyuningtyas, S.Si., M.Sc. dalam sambutannya menjelaskan bahwa acara ini merupakan kegiatan bulanan yang diikuti oleh mahasiswa prodi tersebut dari berbagai angkatan. Diskusi diawali dengan pemaparan materi oleh Dea Tio Mareta, S.TP., M.Sc. dan Dina Fithriyani, S.TP, M.Si, keduanya merupakan dosen Prodi Teknologi Pangan.

Beredarnya berita bohong seputar pangan dapat menimbulkan kerugian bagi produsen pangan dan kebingungan bagi masyarakat. “Kita jangan langsung percaya jika beredar berita, kita harus cross check dulu sumber beritanya darimana,” ungkap Dea Tio Mareta dalam materinya. Selain mengungkapkan fakta dan mitos seputar nata plastik, Beliau juga menyampaikan berbagai isu lain, seperti telur palsu, air mineral mengandung besi, bahaya mengonsumsi mie instan dan cokelat secara bersamaan dan lain sebagainya.

Dina Fithriyani, selaku pemateri kedua menambahkan bahwa berita yang beredar, merupakan berita yang sudah cukup lama dan terus berulang. “Diharapkan mahasiswa, sebagai teknolog pangan mampu menjawab mitos-mitos yang beredar di Indonesia” lanjutnya. Dina menutup penjelaskanya cara membedakan beras yang asli dan palsu. “Langkah yang dapat dilakukan untuk memastikan beras asli dan palsu adalah dengan melakukan pengujian laboratorium” tutup Dina.

Usai mengikuti kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Prodi Teknologi Pangan menjadi agen antihoax seputar pangan, khususnya bagi masyarakat Sumatera, dan Indonesia pada umumnya. (IR)

Leave a Reply