You are currently viewing UMKM Naik Kelas: Penguatan Mutu dan Modernisasi Pengolahan Susu Kambing di UMKM Telaga Rizqy Metro

UMKM Naik Kelas: Penguatan Mutu dan Modernisasi Pengolahan Susu Kambing di UMKM Telaga Rizqy Metro

Metro, Agustus 2026 — Pengembangan UMKM pangan tidak hanya membutuhkan inovasi produk, tetapi juga dukungan terhadap sistem produksi, pengendalian mutu, dan pemanfaatan teknologi. Hal tersebut menjadi salah satu fokus Program Studi Teknologi Pangan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bersama UMKM Telaga Rizqy Metro.
Melalui program bertajuk “UMKM Naik Kelas: Penguatan Kualitas Susu Kambing melalui Penerapan Kontrol Mutu, Modernisasi Proses, dan GMP pada UMKM Telaga Rizqy Metro”, tim PKM mendampingi mitra dalam memperkuat proses produksi susu kambing.

Salah satu agenda utama kegiatan adalah pengenalan Lactoscan sebagai instrumen untuk membantu pemeriksaan karakteristik dan komposisi susu. Tim tidak hanya memberikan pemahaman mengenai penggunaan alat, tetapi juga mendampingi mitra dalam membaca dan memahami hasil analisis yang diperoleh.
Data hasil pengujian dapat menjadi informasi penting bagi pelaku usaha dalam mengevaluasi kondisi bahan baku dan menjaga mutu produk. Dengan demikian, pengendalian mutu diharapkan dapat dilakukan secara lebih terukur dan tidak hanya berdasarkan pengamatan secara langsung.
Ketua pelaksana kegiatan, Hesti A. Pangastuti, S.T.P., M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi analisis perlu diikuti dengan kemampuan dalam menginterpretasikan hasilnya.

Yang penting bukan hanya mengetahui hasil pengujian, tetapi memahami informasi tersebut dan menggunakannya sebagai dasar untuk menentukan tindakan dalam proses produksi maupun pengendalian mutu.

Selain pengujian mutu, tim juga memberikan pendampingan terkait Good Manufacturing Practices (GMP) pada pengolahan susu pasteurisasi. Beberapa aspek yang diperkuat meliputi sanitasi, higiene personal, penanganan bahan, pengendalian proses, serta pengelolaan produk selama kegiatan produksi.
Penerapan GMP menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan produksi yang lebih higienis, teratur, dan konsisten. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu mitra meningkatkan penerapan prinsip keamanan pangan dalam kegiatan produksi sehari-hari.

 

Tidak berhenti pada peningkatan proses produksi, kegiatan PKM juga diarahkan pada pengembangan produk bernilai tambah. ITERA mendorong pemanfaatan teknologi spray dryer untuk mendukung rencana pengembangan susu kambing bubuk di UMKM Telaga Rizqy.
Pengolahan menjadi bentuk bubuk memberikan peluang bagi mitra untuk melakukan diversifikasi produk berbasis susu kambing. Selain memperluas alternatif produk, pengembangan ini diharapkan dapat membuka peluang pasar baru dan meningkatkan nilai ekonomi bahan baku lokal.
“Harapannya, kegiatan ini tidak hanya menghasilkan perbaikan dari sisi mutu. Kami juga ingin teknologi yang diberikan dapat memberikan dampak terhadap produktivitas, efisiensi, diversifikasi produk, dan daya saing UMKM,” ujar Hesti.
Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa
Kegiatan PKM turut dikolaborasikan dengan KKN Rekognisi ITERA. Melalui integrasi tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk terlibat langsung dalam mendukung pengembangan UMKM sesuai kebutuhan mitra.
Keterlibatan mahasiswa dapat diarahkan pada berbagai kegiatan pendukung, mulai dari edukasi, pengembangan produk, promosi, hingga kegiatan lain yang relevan dengan penguatan usaha. Kolaborasi ini sekaligus menjadi bentuk penerapan ilmu yang diperoleh mahasiswa agar dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
Menurut Hesti, keterlibatan berbagai pihak menjadi salah satu kekuatan dalam program pendampingan UMKM.
“Dengan adanya KKN Rekognisi, dampak program dapat diperluas. Kegiatan utama tetap berfokus pada kontrol mutu, GMP, dan transfer teknologi, sementara mahasiswa dapat membantu kebutuhan lain yang mendukung pengembangan UMKM.”
Melalui kegiatan tersebut, Program Studi Teknologi Pangan ITERA berupaya membangun pola pendampingan yang tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan. Pemanfaatan teknologi, penerapan praktik produksi yang baik, serta pengembangan produk menjadi bagian dari upaya membangun kapasitas UMKM secara lebih menyeluruh.
Ke depan, pendampingan diharapkan dapat terus dikembangkan, terutama dalam optimalisasi teknologi pengolahan, peningkatan mutu dan keamanan pangan, pengembangan susu kambing bubuk, serta penguatan aspek bisnis. Dengan demikian, potensi susu kambing lokal dapat dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah sekaligus mendukung peningkatan daya saing UMKM Telaga Rizqy.
Program Studi Teknologi Pangan ITERA — Berkarya, Berinovasi, dan Berdampak untuk Masyarakat.

Leave a Reply