Lampung – Institut Teknologi Sumatera (ITERA) turut berkontribusi dalam Diskusi Panel Ahli yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dengan tema “Membaca Kebijakan, Memperkuat Manfaat bagi Rakyat”. Pada Rabu hingga Kamis (28-29 Oktober 2026). Dalam kegiatan tersebut, ITERA diwakili oleh empat dosen diantaranya dua dosen Program Studi Teknologi Pangan, yaitu Lasuardi Permana, S.TP., M.Sc., Ph.D. dan Hesti Ayuningtyas Pangastuti, S.TP., M.Sc., Ph.D., yang diundang sebagai pakar untuk memberikan perspektif akademis serta masukan terhadap berbagai program dan kebijakan pemerintah.
Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara pemerintah dan kalangan akademisi untuk mengevaluasi serta memberikan rekomendasi perbaikan terhadap pelaksanaan berbagai program pemerintah agar semakin efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Diskusi tersebut juga dibuka oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yulianto, S.T., M.Eng., Ph.D. yang menekankan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi pemikiran berbasis keilmuan bagi pembangunan nasional.

Dalam forum tersebut, sejumlah kementerian dan lembaga memaparkan program kerja serta kebijakan yang telah dan sedang dilaksanakan. Beberapa diantaranya meliputi program Badan Gizi Nasional (BGN), Kementerian Koperasi, Kementerian Kesehatan, serta sejumlah kementerian dan lembaga lainnya. Pemaparan tersebut menjadi dasar bagi para akademisi dan pakar untuk memberikan tanggapan, mengidentifikasi peluang perbaikan, serta menyampaikan rekomendasi berdasarkan keahlian masing-masing.
Pada kesempatan ini, perwakilan Program Studi Teknologi Pangan ITERA berkontribusi dalam pembahasan klaster swasembada pangan. Keterlibatan akademisi Teknologi Pangan diharapkan dapat memperkaya perspektif pemerintah, khususnya terkait aspek ilmu dan teknologi pangan, pengolahan hasil pertanian, peningkatan nilai tambah produk pangan, serta penguatan sistem pangan nasional.
