Bandar Lampung – Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Sumatera (ITERA) secara resmi memperpanjang Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung. Kegiatan ini juga disertai dengan diskusi terkait pengembangan program studi, khususnya pada bidang Teknologi Pangan.
Perpanjangan kerja sama ini menunjukkan komitmen berkelanjutan antara institusi pendidikan dan lembaga pemasyarakatan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memberdayakan warga binaan, serta mendukung pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung, Amiek Diyah Ambarwati, Amd.IP., S.H., M.M., yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan
![]()
apresiasi atas kelanjutan kerja sama ini. Ia berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus memberikan manfaat nyata, khususnya dalam pembinaan keterampilan dan peningkatan kemandirian warga binaan.
Dari pihak ITERA, kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Program Studi Teknologi Pangan, Lasuardi Permana, S.TP., M.Sc., Ph.D., bersama Zada Agna Talitha, S.TP., M.Si., Hesti Ayuningtyas Pangastuti, S.TP., M.Sc., Ph.D., serta Muhammad Rizky Ramanda, S.TP., M.Si.
Selain itu, dilakukan pula diskusi mengenai peluang pengembangan program studi melalui berbagai kegiatan kolaboratif, seperti pelatihan pengolahan pangan dan pengembangan kewirausahaan bagi warga binaan. Diskusi ini diharapkan dapat mendorong inovasi serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam memberikan solusi nyata bagi masyarakat.
Melalui perpanjangan PKS ini, Fakultas Teknologi Industri ITERA bersama Lapas Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi yang berkelanjutan dan produktif, guna menciptakan dampak sosial yang positif dan bermanfaat luas.
redaktur: Afrida Nurwulan, M,Si.

apresiasi atas kelanjutan kerja sama ini. Ia berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus memberikan manfaat nyata, khususnya dalam pembinaan keterampilan dan peningkatan kemandirian warga binaan.
