Lampung Selatan – Potensi anggur laut (Caulerpa sp.) sebagai komoditas bernilai ekonomi dan gizi tinggi mulai dilirik sebagai solusi kemandirian pangan. Melalui program pengabdian masyarakat Skema BIMA 2025, dosen Program Studi Teknologi Pangan Institut Teknologi Sumatera (Itera) menggelar pelatihan budidaya anggur laut bagi warga pesisir Kalianda, Kamis, 7 Agustus 2025.
Kegiatan ini menyasar nelayan dan ibu rumah tangga sebagai upaya pemanfaatan sumber daya lokal yang berkelanjutan. Peserta dibekali keterampilan budidaya dan pengolahan anggur laut agar mampu menghasilkan produk bernilai jual dan gizi tinggi.
Hadir sebagai narasumber, Dr. Ir. Dasep Hasbullah, M.Si., Perekayasa Ahli Madya dari BRIN, menjelaskan bahwa anggur laut dapat dibudidayakan tidak hanya di laut, tapi juga di tambak, kolam terpal, hingga akuarium. Tanaman ini bisa dipanen setiap hari dan semakin produktif jika sering dipetik.
“Budidaya anggur laut bisa menjadi alternatif saat nelayan tak bisa melaut karena cuaca ekstrem. Jika dikelola dengan baik, bisa menjadi sumber pangan, obat, pupuk hingga energi,” ujar Dr. Dasep.
Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan ekonomi masyarakat pesisir berbasis inovasi dan potensi laut lokal.




