Lampung – Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menyelenggarakan Pengenalan Sistem Informasi dan Jurnal Ilmiah IPTEK Nuklir di Institut Teknologi Sumatera (ITERA) pada Rabu (13/3) yang juga diikuti beberapa program studi di ITERA, termasuk Teknologi Pangan. Pada kesempatan tersebut, BATAN memperkenalkan peran nuklir dalam berbagai bidang, sekaligus memperkenalkan sistem informasi dan jurnal ilmiahnya.

Deputi Kepala BATAN Bidang Pendayaagunaan Teknologi Nuklir, Dr. Hendig Winarno, M.Sc., memaparkan pentingnya nuklir dalam berbagai bidang, salah satunya bidang pangan. “Salah satu penggunaan nuklir yang banyak digunakan adalah dalam bidang pertanian dan pangan. Di pangan misalnya, kami mengemas rendang yang kemudian diiradiasi, dan rendang tersebut umur simpannya bisa mencapai 2 tahun.”

Teknologi nuklir pada bahan pangan memiliki manfaat yang sangat besar, terutama untuk menambah umur simpan pada bahan pangan. Umumnya, penyinaran sinar gamma digunakan untuk mengawetkan bahan pangan agar tidak cepat rusak. Dengan potensi luar biasa Indonesia yang memiliki reaktor nuklir terbesar se-Asia Tenggara, sambung Dr. Hendrig, maka potensi pengembangannya akan semakin besar, terutama demi kesejahteraan masyarakat Indonesia. (HAP)