Bandar Lampung, 17 Juni 2026 — Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan angkatan 2024 melaksanakan kunjungan edukatif ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Bandar Lampung pada Rabu, 17 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai sistem pengawasan obat dan makanan di Indonesia serta peran BPOM dalam menjamin keamanan, mutu, dan manfaat produk yang beredar di masyarakat.
BPOM merupakan lembaga pemerintah yang bertugas melaksanakan pengawasan terhadap obat dan makanan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Melalui kunjungan ini, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai berbagai aspek pengawasan, mulai dari proses registrasi produk, pengujian laboratorium, pengawasan peredaran produk, hingga penindakan terhadap pelanggaran di bidang obat dan makanan.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa mendapatkan pemaparan langsung dari narasumber BPOM mengenai tugas dan fungsi lembaga, mekanisme pengawasan pre-market dan post-market, serta pentingnya peran masyarakat dalam mendukung keamanan pangan. Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan berbagai program edukasi dan pendampingan yang diberikan BPOM kepada pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), agar mampu menghasilkan produk yang aman, bermutu, dan memenuhi persyaratan regulasi.
Dalam menjalankan tugasnya, BPOM memiliki visi untuk membangun sumber daya manusia yang unggul di bidang obat dan makanan, memfasilitasi perkembangan dunia usaha obat dan makanan khususnya UMKM, meningkatkan efektivitas pengawasan serta penindakan terhadap kejahatan di bidang obat dan makanan, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan terpercaya dalam memberikan pelayanan publik.

Di Provinsi Lampung, BPOM memiliki unit pelaksana yang berlokasi di Bandar Lampung dan Kabupaten Tulang Bawang guna memperkuat jangkauan pengawasan di wilayah setempat. Keberadaan BPOM di daerah diharapkan mampu meningkatkan perlindungan masyarakat dari produk obat dan makanan yang tidak memenuhi standar keamanan dan mutu.
Melalui kegiatan kunjungan edukatif ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami penerapan ilmu teknologi pangan dalam aspek regulasi dan pengawasan keamanan pangan, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha dalam mewujudkan sistem pangan yang aman dan berkualitas.


