Lampung Selatan, 6 Mei 2026 — Mahasiswi dari King Mongkut’s Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) mengikuti rangkaian kegiatan summer course bersama Program Studi Teknologi Pangan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melalui kunjungan edukatif ke IWACI ITERA dan Kebun Raya ITERA.
Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan konsep keberlanjutan lingkungan, pengelolaan limbah terpadu, serta konservasi tanaman kepada peserta internasional. Kunjungan didampingi oleh dosen Teknologi Pangan ITERA, yaitu Zada Agna Talitha dan Yosi Syafitri.
Di IWACI ITERA, peserta memperoleh penjelasan mengenai sistem pengelolaan limbah terpadu yang diterapkan di lingkungan kampus. Limbah yang dihasilkan dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu food waste, limbah organik, dan limbah anorganik. Food waste dimanfaatkan sebagai pakan larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot, yang selanjutnya diolah menjadi pelet untuk pakan ikan.
Sementara itu, limbah anorganik dipilah berdasarkan nilai ekonominya. Sebagian limbah yang masih memiliki nilai jual akan didaur ulang atau dijual kembali, sedangkan beberapa jenis limbah lainnya diolah melalui proses pirolisis. Untuk limbah organik, pengolahannya dilakukan menjadi pupuk organik cair (POC). Selain itu, limbah peternakan berupa feses sapi dan kambing juga dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi biogas.
Setelah kunjungan ke IWACI, peserta melanjutkan kegiatan di Kebun Raya ITERA dengan mengunjungi taman Nepenthes dan taman anggrek. Pada kesempatan tersebut, peserta dikenalkan pada berbagai jenis tanaman khas Indonesia serta upaya konservasi dan pengembangan koleksi tanaman di Kebun Raya ITERA.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa internasional diharapkan dapat memahami penerapan konsep circular economy dan sustainability dalam pengelolaan limbah serta mengenal potensi keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia, khususnya di lingkungan ITERA.
redaktur: AFN


